http://www.youtube.com/watch?v=YDs36PV57mQ

Terancam Punah! Burung Garuda atau Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) Tinggal 300 Ekor

Please log in or register to like posts.
Video

Elang jawa (Nisaetus bartelsi) adalah salah satu spesies elang berukuran sedang yang endemik di Pulau Jawa. Satwa ini dianggap identik dengan lambang negara Republik Indonesia, yaitu Garuda. Dan sejak 1992, burung ini ditetapkan sebagai maskot satwa langka Indonesia.

“Saat ini populasi Elang Jawa hanya tertinggal antara 300 sampai 500 ekor saja. Jika tidak dilakukan pengembangbiakan, dikhawatirkan hewan tersebut bisa punah,” kata Humas Taman Safari Indonesia(TSI) Cisarua, Yulis H Suprihardo kepada “PR” Online Jumat 29 Maret 2019.

Sebaran elang ini terbatas di Pulau Jawa, dari ujung barat (Taman Nasional Ujung Kulon) hingga ujung timur di Semenanjung Blambangan Purwo. Namun penyebarannya kini terbatas di wilayah-wilayah dengan hutan primer dan di daerah perbukitan berhutan pada peralihan dataran rendah dengan pegunungan. Sebagian besar ditemukan di separuh belahan selatan Pulau Jawa. Agaknya burung ini hidup berspesialisasi pada wilayah berlereng.

Elang jawa menyukai ekosistem hutan hujan tropika yang selalu hijau, di dataran rendah maupun pada tempat-tempat yang lebih tinggi. Mulai dari wilayah dekat pantai seperti di Ujung Kulon dan Meru Betiri, sampai ke hutan-hutan pegunungan bawah dan atas hingga ketinggian 2.200 m dan kadang-kadang 3.000 mdpl.

Pada umumnya tempat tinggal elang jawa sukar untuk dicapai, meski tidak selalu jauh dari lokasi aktivitas manusia. Agaknya burung ini sangat tergantung pada keberadaan hutan primer sebagai tempat hidupnya. Walaupun ditemukan elang yang menggunakan hutan sekunder sebagai tempat berburu dan bersarang, akan tetapi letaknya berdekatan dengan hutan primer yang luas. Baca Selengkapnya: https://indoflashlight.org/terancam-punah-burung-garuda-atau-ealng-jawa-nisaetus-bartelsi-tinggal-300-ekor/
————————–
Elang Jawa berstatus DILINDUNGI, yang melanggar peraturan akan dikenakan UU:
1. Pasal 1 Angka 5 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (“UU 5/1990”) memberikan definisi satwa, yakni semua jenis sumber daya alam hewani yang hidup di darat dan/atau di air, dan/atau di udara.
2. Kemudian, Pasal 20 ayat (1) UU 5/1990 menggolongkan jenis satwa, yang selengkapnya pasal tersebut berbunyi:
“Tumbuhan dan satwa digolongkan dalam jenis:
a. Tumbuhan dan satwa yang dilindungi;
b. Tumbuhan dan satwa yang tidak dilindungi.”
3. Pasal 4 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa (“PP 7/1999”) bahwa satwa yang dilindungi adalah sebagaimana terlampir dalam Peraturan Pemerintah
4. Pasal 21 ayat (2) UU 5/1990
—————————
SANKSI PIDANA:
Sanksi pidana bagi orang yang sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (2) adalah pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah) (Pasal 40 ayat [2] UU 5/1990). Salam lestari.
—————————
Official Account Kami:
[1] Instagram: @indoflashlight [https://www.instagram.com/indoflashli…]
[2] Facebook: indoflashlight [https://www.facebook.com/indoflashlig…]
[3] YouTube: INDOFLASHLIGHT [https://www.youtube.com/indoflashlight]
[4] Twitter: @indoflashlight [https://twitter.com/indoflashlight]
[5] Pinterest: INDOFLASHLIGHT [https://id.pinterest.com/indoflashlight/]
[6] Website: [https://www.indoflashlight.org/]

(Visited 2 times, 1 visits today)

Reactions

0
0
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *